8 Tipe Plafon yang Paling Umum Digunakan

8 Tipe Plafon yang Paling Umum Digunakan



Plafon adalah bagian sebuah bangunan yang berada tepat di batas dinding dan atap. Plafon sendiri memiliki beberapa fungsi, mulai dari penutup rangka atap, peredam panas, hingga peredam suara. Selain dibuat untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut, plafon juga memiliki peran besar dalam menentukan gaya atau kesan pada ruangan di dalam rumah. Oleh karenanya, bagian plafon atau langit-langit rumah haruslah direncanakan dan diperhatikan dengan baik.

Saat ini terdapat banyak sekali tipe dan model plafon yang dapat dipilih untuk digunakan pada ruangan rumah. Nah, berikut ini Kania akan membahas beberapa tipe plafon yang paling umum digunakan. Simak baik-baik, ya!

Plafon Tipe Baki (Tray Ceiling)

Pada tipe plafon ini, bagian tengahnya dibuat terangkat atau seolah-olah terlihat tersembunyi. Bagian plafon yang terangkat atau lebih tinggi dapat berbentuk segi empat atau segi banyak (polygon) menyesuaikan konsep ruangan yang diusung. Selain itu, terdapat pula beberapa variasi yang bisa diterapkan untuk mempercantik tampilan plafon tipe ini.

Cara yang pertama adalah dengan memasang lampu pada bagian dalam tepian plafon yang lebih tinggi. Cara ini membuat pencahayaan ruang tersebut seolah–olah tersembunyi.

impressiveinteriordesign.com

Cara kedua untuk membuat tipe plafon ini menjadi terlihat lebih menarik adalah dengan mengecat bagian plafon yang lebih tinggi dengan warna yang berbeda dari bagian lainnya. Ada juga yang memberinya motif gambar tertentu atau membedakan material plafonnya. Cara ini dilakukan untuk memberikan penegasan pada desain langit-langit tersebut agar semakin terlihat menonjol. Biasanya, rancangan ini diaplikasikan pada desain plafon minimalis.

Plafon Datar Konvensional

thespruce.com

Tipe plafon ini adalah versi standar yang paling sering digunakan pada bangunan rumah. Plafon datar konvensional terdiri atas lembaran material plafon yang dipasang mendatar tepat di bawah rangka atap. Lembaran material plafon dapat berupa papan kayu, atau bisa juga berupa lembaran anyaman bambu seperti yang biasa ditemukan pada rumah-rumah yang menonjolkan kesan tradisional.

Lembaran tersebut umumnya dipasang dengan jarak 2,5 hingga 3 meter dari lantai rumah. Namun, agar dapat menciptakan suasana ruangan yang lebih luas, plafon datar konvensional bisa pula dipasang pada ketinggian lebih dari 3 meter dari lantai.

Cara memasang model plafon datar konvensional terbilang paling mudah dibandingkan tipe plafon lainnya. Plafon datar konvensional sudah dapat memenuhi fungsi-fungsi dasar plafon. Akan tetapi penggunaan plafon tipe ini akan menimbulkan kesan membosankan karena tidak ada sesuatu yang istimewa.

Plafon Datar Transparan

reynaersathome.co.uk

Tipe plafon ini biasanya digunakan pada satu ruangan tertentu saja pada rumah yang sengaja didesain sebagai ruangan semi terbuka. Plafon datar transparan membuat sinar matahari leluasa masuk ke dalam ruangan.

Selain dapat memaksimalkan cahaya matahari sebagai pencahayaan alami pada siang hari, plafon datar transparan juga akan menimbulkan kesan stylish dan modern pada ruangan. Plafon tipe ini biasanya terbuat dari lembaran kaca yang sangat tebal dan kuat. Lembaran kaca yang digunakan dapat dibiarkan polos begitu saja atau ditambahkan motif-motif tertentu sehingga memberikan karakter pada ruangan.

Plafon Gantung

perfecthomekc.com

Plafon gantung terdiri dari rangka besi dan panel plafon akustik berbobot ringan. Material panel plafon yang umum digunakan adalah papan gypsum. Makanya, ada beberapa kalangan yang menyebutnya dengan sebutan plafon gpysum.

Tipe plafon ini biasanya merupakan plafon baru yang dipasang di bawah plafon lama. Kelebihan model plafon ini adalah dapat menyembunyikan plafon lama yang biasanya telah mengalami penurunan kualitas, atau menyembunyikan pipa-pipa saluran air, kabel-kabel listrik, dan instalasi mekanikal lainnya.

Selain itu, dengan menerapkan model plafon gantung ini, penghuni rumah akan mudah menjangkau dan merawat instalasi mekanikal yang tersembunyi tersebut. Ditambah lagi, dengan adanya plafon gantung ini, ruangan akan tampak lebih artistik bila dilihat dari bawah. Sayangnya, dengan adanya penambahan plafon gantung, tinggi ruangan akan berkurang, sehingga menyebabkan ruang terasa menjadi lebih sempit.

Plafon dengan Rangka Atap Terekspos

Model plafon ini umumnya diterapkan untuk rumah bergaya rustic. Gaya rusticsendiri identik dengan kesan kasar, sederhana, dan nuansa pedesaan. Dalam model plafon ini, terdapat beberapa alternatif bagian rangka atap yang diekspos, mulai dari bagian baloknya saja, bagian kuda-kudanya saja, hingga keseluruhan bagian rangka atap yang terdiri atas balok, usuk, dan reng. Kadang, ada yang memakai plafon kayu lho.

paperhatco.com

Untuk model plafon dengan bagian balok terekspos, kayu atau baja yang digunakan sebagai balok atap dibiarkan terlihat begitu saja tanpa terlapisi plafon. Hal ini akan memberikan aksen yang unik di dalam ruangan yang khas dengan gaya industrial. Jenis langit-langit yang menerapkan tipe plafon ini juga memberikan kesan terbuka. Biasanya plafon dicat dengan warna polos, berlawanan dengan warna balok yang terekspos.

Sementara tipe plafon dengan kuda-kuda terekspos akan menonjolkan struktur kuda-kuda atap. Plafon dipasang miring, dan hanya bagian kuda-kuda atap saja yang berada di bawah plafon sehingga terlihat jelas.

 

Plafon Tipe Busur

idesignarch.com

Sesuai dengan namanya, tipe plafon yang satu ini menerapkan bentuk melengkung seperti busur pada bagian langit-langit rumah. Bentuk melengkung pada plafon tipe ini akan sangat terlihat menonjol dan berbeda bila dibandingkan dengan bidang dinding dan lantai ruangan yang cenderung lurus. Tipe plafon ini cocok digunakan pada ruangan dengan bentuk memanjang seperti ruang pertemuan atau selasar.

Penggunaan plafon melengkung dapat memberikan efek lebih dramatis dan unik pada rumah. Efek elastis menjadi salah satu daya tarik utama jenis plafon ini. Untuk membuat plafon jenis ini, biasanya digunakan material papan gypsum yang memiliki sifat fleksibel.

Plafon Tipe Kubah

pinterest.com

Tipe plafon ini biasanya diterapkan pada ruangan yang luas dengan posisi langit-langit tinggi. Selain itu, ruangan yang menggunakan tipe plafon kubah pun biasanya memiliki ukuran panjang dan lebar ruang yang seimbang.

Plafon kubah dapat ditempatkan pada ruang yang dianggap paling penting atau sentral di dalam rumah alias jantung hunian semisal ruang tamu atau ruang keluarga. Dengan menggunakan plafon bertipe kubah, ruangan tersebut pun akan terkesan lebih megah. Ruangan yang menggunakan plafon jenis ini sebaiknya juga diisi dengan dekorasi interior yang lebih menonjol, karena ruangan tersebut pastinya akan menjadi titik yang paling menarik perhatian lebih banyak daripada ruangan lain yang terdapat pada rumah.

Plafon Tipe Grid atau Coffered

cdn.homedit.com

Plafon ini cocok dipasang pada ruangan dengan dekorasi pendukung yang minim. Plafon tipe coffered sendiri terdiri atas panel-panel persegi yang dapat terbuat dari bahan dasar papan kayu, kaca, cermin, ataupun logam. Biasanya, pada panel yang terletak tepat di bagian tengah ruangan akan dipasang sumber pencahayaan utama. Misalnya lampu gantung atau chandelier, sementara pada bagian panel lainnya dipasang lampu yang lebih redup sebagai sumber pencahayaan pendukung.

Setelah mengetahui beberapa tipe plafon yang umum digunakan di atas, apakah kamu tertarik untuk mengganti tipe plafon di rumahmu dengan salah satunya? Kalau bingung, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan jasa interior profesionaluntuk ini,

sumber : dekoruma.com

Komentar