Islam Tuhan Islam Manusia PDF Penulis Haidar Bagir

Islam Tuhan Islam Manusia PDF Penulis Haidar Bagir

Islam Tuhan Islam Manusia PDF Penulis Haidar Bagir

Detail Buku:

Judul: Islam Tuhan Islam Manusia
Penulis: Haidar Bagir
Penerbit: Mizan, 2017
ISBN: 978-602-441-016-2
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 324 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 2,14Mb
Review: Goodreads
Donasi Ebook dari: Tengku Herika

Deskripsi:

Bagi sebagian orang, judul buku ini mungkin terdengar tidak biasa padahal, seperti akan saya tunjukkan, tidak ada yang luar biasa dengan ungkapan Islam Tuhan, Islam Manusia ini. Bahwa sesungguhnya ada Islam yang berasal dari Tuhan tetapi, sebagai fakta yang tak terbantahkan, seluruh (pemahaman) Islam yang ada di dunia ini adalah Islam manusia. Setidaknya ada dua hal yang ingin saya sampaikan sehubungan dengan ungkapan yang menjadi judul buku ini. Yang pertama adalah, bahwa meski bagi orang-orang beriman Islam dipercayai sebagai berasal dari Tuhan tapi sesungguhnya, begitu sampai pada manusia, Islam Tuhan itu telah menjadi Islam manusia. Apa yang saya maksud dengan ini? Manusia bukan hanya berbeda dan tak bisa diperbandingkan dengan Tuhan, melainkan juga ia tak mungkin pernah bisa mencapai Tuhan dalam semua hal, termasuk dalam hal kemampuannya mencerap ilmu Tuhan – sepandai apa pun manusia itu dalam ilmu agama. Tak akan ada seorang manusia pun, kecuali mungkin nabi yang diakui ma’shm (infallible), yang dapat menangkap maunya Tuhan dengan sebaik-baiknya.

Kiranya, hanya dengan memahami gagasan tentang adanya Islam Tuhan dan Islam manusia – dalam semua aspeknya – inilah para penganut agama benar-benar bisa menjadi orang-orang yang berpikiran terbuka, penuh toleransi, dan menyumbang secara produktif bagi peradaban manusia. Dan, pada saat yang sama, agama benar-benar bisa menjadi sumber cinta dan daya penyebar belas-kasih bagi seluruh makhluk Tuhan, tanpa kecuali.

Isi buku, yang telah penulis uraikan sebelum ini, adalah manifestasi dari kenyataan adanya Islam Tuhan dan Islam manusia ini. Bahwa Islam manusia, betapapun, adalah pemahaman Islam yang bernilai relatif dan parsial, dan pada saat yang sama ia harus didialogkan dengan problem-problem riil kemanusiaan dengan tujuan menjadi rahmat (belas kasih) untuk seluruh alam semesta. Dan itu semua hanya mungkin jika Islam dipahami sebagai agama cinta, sebagaimana diuraikan dalam Bab V (bab terakhir) yang membahas mengenai soal ini.

Posting Komentar

0 Komentar