Kuasa Ramalan Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa PDF

Kuasa Ramalan Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa PDF

Detail Buku:

Judul: Kuasa Ramalan Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855
Penulis: Peter Carey
Alih Bahasa: Parakitri T. Simbolon
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, 2011
ISBN: 978-979-91-0393-2
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 448 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 6,99Mb


Deskripsi:

Dalam kurun lebih dari dua dasawarsa (1808–1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintah kolonial baru didirikan— suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825–1830), perseteruan itu berakhir dengan kekalahan dan pengasingan Diponegoro. Pasca- perang itulah lahir suatu zaman baru di nusantara, zaman kolonial, yang berlangsung hingga pendudukan militer Jepang (1942–1945).

Pangeran Diponegoro (1785–1855), seorang mistikus, muslim yang saleh, dan pemimpin perang suci melawan Belanda antara tahun 1825 dan 1830, adalah pahlawan nasional tersohor dalam sejarah Indonesia. Meskipun demikian, sejauh ini belum ada biografi yang utuh tentang kehidupan sang Pangeran yang menggunakan sumber Belanda dan Jawa untuk melukiskan hidup pribadinya. Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855 adalah buku pertama yang menggunakan babad dan arsip kolonial Belanda dan Inggris sebagai tulang punggung.

Buku ini, yang disusun dalam kurun sekitar 30 tahun, bertutur tentang riwayat hidup Diponegoro dengan latar pergolakan akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, ketika kekuatan imperialisme baru Eropa melanda nusantara seperti tsunami asia. Dengan runtut dan rinci penulis mengungkap rahasia tokoh sejarah yang penuh teka-teki dan karisma itu: sosok yang mengakui kelemahannya sebagai penggemar perempuan, tapi juga gagah berani dan blak-blakan menghadapi kekejian kolonial—seorang pelopor kemerdekaan yang penuh paradoks.
Baca selengkapnya »

Posting Komentar

0 Komentar