JASA BOREDPILE DI BOGOR DEPOK JAKARTA TANGGERANG BEKASI

JASA BOREDPILE DI BOGOR DEPOK JAKARTA TANGGERANG BEKASI

JASA BOREDPILE DI BOGOR DEPOK JAKARTA TANGGERANG BEKASI

JASA BOREDPILE DI BOGOR DEPOK JAKARTA TANGGERANG BEKASI ABDITRASS

Siap Mengerjakan :

– JASA BOREDPILE PONDASI

– CAKAR AYAM DAN PENGECORAN

– BOREDPILE MANUAL

– STRAUSS PILE DAN RANGKA CAKAR

– JASA BOREDPILE ALAT BERAT

– BOREDPILE PENGEBORAN

– SETROSPILE MANUAL DANGKAL

SIAP MELAYANI JABODETABEK

Hubungi :

082112672826 – 085777490204

Whatsapp..klik disini..

Pengertian Pondasi Bored Pile

Pondasi bored pile adalah pondasi tiang dalam berbentuk tabung yang berfungsi meneruskan beban bangunan kedalam permukaan tanah. Fungsinya sama dengan pondasi dalam lainya seperti pancang. Bedanya ada pada cara pengerjaanya. Pengerjaan Bored Pile dimulai dengan pelubangan tanah dahulu sampai kedalaman yang diinginkan, kemudian pemasangan tulangan besi yang dilanjutkan dengan pengecoran beton. Metode Pelaksanaan Pondasi Bored Pile Metode pelaksanaan pondasi bore pile ada 3 macam, yaitu metode kering, metode basah, dan metode casing. Berikut penjelasan perbedaan metode yang digunakan pada pelaksanaan pondasi bored pile.

A. Metode kering

1. Metode kering cocok digunakan pada tanah diatas muka air tanah yang ketika di bor dinding lubangnya tidak longsor, seperti lempung kaku homogen.

2. Metode kering dapat dilakukan pada tanah dibawah muka air tanah, jika tanahnya mempunyai permeabilitas rendah, sehingga ketika dilakukan pengeboran, air tidak masuk ke dalam lubang bor saat lubang masih terbuka

3. Pada metode kering, lubang dibuat menggunakan mesin bor tanpa pipa pelindung tanpa casing

4. Dasar lubang bor yang kotor oleh rontokan tanah dibersihkan, tulangan yang telah dirangkai dimasukkan ke dalam lubang bor dan kemudian dicor

B. Metode Basah

1. Metode basah umumnya dilakukan bila pengeboran melewati muka air tanah, sehingga lubang bor selalu longsor bila dindingnya tidak ditahan. 3

2. Agar lubang tidak longsor, di dalam lubang bor diisi dengan larutan tanah lempung atau larutan polimer, jadi pengeboran dilakukan dalam larutan 3. Jika kedalaman yang diinginkan telah tercapai, lubang bor dibersihkan dan tulangan yang telah dirangkai dimasukkan ke dalam lubang bor yang masih berisi cairanbentonite (Polymer)

4. Adukan beton dimasukkan ke dalam lubang bor dengan pipa tremie, larutan bentonite akan terdesak dan terangkut ke atas oleh adukan beton

5. Larutan yang keluar dari lubang bor, ditampung dan dapat digunakan lagi untuk pengeboran di lokasi selanjutnya.

C. Metode casing

1. Metode ini digunakan jika lubang bor sangat mudah longsor, misalnya tanah dilokasi adalah pasir bersih di bawah muka air tanah.

2. Untuk menahan agar lubang bor tidak longsor digunakan pipa selubung baja (Casing)

3. Pemasangan pipa selubung ke dalam lubang bor dilakukan dengan cara memancang, menggetarkan atau menekan pipa baja sampai kedalaman yang ditentukan.

4. Sebelum sampai menembus muka air tanah pipa selubung dimasukkan.

5. Tanah di dalam pipa selubung dikeluarkan saat penggalian atau setelah pipa selubung sampai kedalaman yang diinginkan. Kemudian lubang bor dibersihkan kemudian tulangan yang telah dirangkai dimasukkan ke dalam pipa selubung

6. Adukan beton dimasukkan ke dalam lubang (bila pembuatan lubang digunakan larutan, maka untuk pengecoran digunakan pipa tremie)

7. Pipa selubung ditarik ke atas, namun kadang-kadang pipa selubung ditinggalkan di tempat Secara umum metode pelaksanaan bor pile adalah sebagai berikut: Pekerjaan pondasi merupakan pekerjaan awal pada suatu proyek. Oleh karena itu langkah awal yang dilakukan adalah pemetaan terlebih dahulu, proses ini sebaiknya dilakukan sebelum alat-alat proyek masuk, agar tidak ada gangguan. Dari kegiatan pemetaan ini akan diperoleh suatu patokan yang tepat antara koordinat pada gambar kerja dengan kondisi lapangan yang sesungguhnya. Paralel dengan 4

kegiatan pemetaan maka pembuatan penulangan tiang bor sudah dapat dilakukan. Hal ini penting agar pada saat proses pengeboran selesai tulangan sudah siap untuk dipasang. Karena bila tertunda lama maka lubang bor bisa rusak oleh hujan atau lainnya. Saat semua alat berat sudah tersedia di lokasi maka pekerjaan pengeboran dapat dilakukan. Pengeboran merupakan proses awal dimulainya pengerjaan pondasi tiang bor, kedalaman dan diameter pengeboran merupakan parameter utama sebagai pemilihan alat-alat bor. Selain itu, batuan atau material yang ada di bawah permukaan tanah perlu diantisipasi sehingga bisa disediakan metode dan peralatan yang cocok. Skema pemasangan alat bor 5

Gb. Mesin bor dan auger Setelah pengeboran mencapai kedalaman tertentu, maka untuk menghindari tanah di tepi lubang berguguran maka perlu dipasang casing, yaitu pipa yang memiliki ukuran diameter dalam kurang lebih sama dengan diameter lubang bor. Setelah pemasangan casing selesai maka pengeboran dapat kembali dilanjutkan sampai kedalaman yang disyaratkan. Gb. Persiapan pemasangan casing Perlu diperhatikan juga bahwa tanah hasil pengeboran perlu di chek dengan data hasil penyelidikan terdahulu, untuk mengetahui apakah jenis tanah adalah 6

sama seperti yang diperkirakan dalam menentukan kedalaman tiang bor tersebut. Hal ini perlu dilakukan mengingat sampel tanah umumnya diambil dari satu atau dua tempat saja yang dianggap mewakili. Tetapi dengan proses pengeboran ini maka secara otomatis dapat diketahui kondisi tanah secara tepat satu per satu pada titik pengeboran. Apabila kedalaman dan diameter lubang bor telah siap, maka proses selanjutnya adalah menempatkan tulangan rebar. Apabila lubang bor sangat dalam maka penulangan dapat disambung secara bertahap dengan pengelasan. Gb. Pengangkatan tulangan 7

Gb. Penyambungan tulangan dengan pengelasan Gb. Kondisi lubang tiang bor yang siap dicor Setelah proses pemasangan tulangan baja maka tahap selanjutnya adalah pengecoran beton. Ini merupakan bagian paling kritis yang akan menentukan berfungsi tidaknya suatu pondasi. Meskipun proses pekerjaan sebelumnya sudah benar, tetapi pada tahapan ini gagal, maka gagal pula pondasi tersebut secara keseluruhan. 8

Pengecoran dianggap gagal apabila lubang pondasi tersebut tidak terisi benar dengan beton, misalnya ada yang bercampur dengan tanah, terjadi segregasi, atau terjadi kelongsoran sehingga lubang galian tidak terisi sempurna oleh beton. Maka dari itu untuk memastikan proses pengecoran yang sempurna dari bagian bawah sampai atas lubang serta untuk mencegah terjadinya segregasi di lapangan sering digunakan pipa tremie, pipa ini memiliki panjang yang sama atau lebih panjang dari pada kedalaman lubang yang akan di cor. Pada ujung bagian bawah, pipa ini memiliki detail khusus sehingga air lumpur yang mungkin terdapat pada lubang galian tidak mungkin bisa masuk tetapi beton dari dalam dapat dengan mudah mengalir keluar. Gb. Instalasi pipa tremie 9

Gb. Pipa tremie untuk pengecoran Saat pipa Tremie sudah berhasil dimasukkan ke lubang bor, harus diperhatikan pada ujung atas harus ditahan sedemikian rupa sehingga posisinya terkontrol (terpegang) agar tidak jatuh, kemudian corong beton dipasang pada ujung pipa. Pada kondidi tersebut, maka pengecoran siap dilakukan. 10

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Pondasi bored pile adalah pondasi tiang dalam berbentuk tabung yang berfungsi meneruskan beban bangunan kedalam permukaan tanah. Fungsinya sama dengan pondasi dalam lainya seperti pancang. Bedanya ada pada cara pengerjaanya. Pengerjaan Bored Pile dimulai dengan pelubangan tanah dahulu sampai kedalaman yang diinginkan, kemudian pemasangan tulangan besi yang dilanjutkan dengan pengecoran beton. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam pelaksanaan pondasi bor

3.2 Saran Dalam proyek dengan skala kecil sebaiknya tidak menggunakan pondasi jenis bor pile karena pondasi jenis ini memerlukan peralatan yg cukup canggih (alat berat) dan biaya yang relative besar. Gunakan tremie untuk menghindari segregasi pada proses pengecoran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JASA RENOVASI RUMAH DI BOGOR DEPOK JAKARTA TANGGERANG BEKASI

TUKANG BANGUNAN DI BOGOR DEPOK JAKARTA TANGGERANG BEKASI

TOKO BESI DI BOGOR DEPOK JAKARTA TANGGERANG BEKASI TERMURAH